Kamis, 17 Desember 2015

Pola Latihan Peregangan Tubuh Bagi Ibu Hamil


Pola Latihan Peregangan Tubuh Bagi Ibu Hamil

Arwini.com - Anda perlu berolahraga atau melakukan aktvitas fisik selama 30 menit setiap hari. Jika itu terdengar berat, ingatlah bahwa berjalan kaki selama 10 menit sebanyak tiga kali dalam sehari memberikan manfaat yang sama dengan berjalan di atas treadmill selama 30 menit. Kegiatan biasa seperti menyedot debu, berkebun masing-masing selama 15 menit pun dpat memenuhi persyaratan 30 menit berolahraga. Tidak berat bukan?
Peregangan Tubuh Bagi Ibu Hamil

Masih merasa tidak punya waktu? Untuk menjalankan misi Anda, cobalah menganggap olahraga sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Jika tidak ada waktu luang dalam jadwal anda untuk menyelipkan waktu olahraga secara khusus, jadikanlah olahraga sebagai bagian dari kegiatan anda sehari-hari (baca: manfaat olahraga bagi ibu hamil); turun dari bus di halte yang lebih jauh dari kantor dan berjalan kaki sepanjang sisa perjalanan. Parkirlah kendaraan di tempat yang agak jauh dari perbelanjaan agar anda dapat sedikit bejalan kaki. Berjalanlah ke toko makanan ketimbang memesan dari rumah. Gunakanlah tangga ketimbang lift. Dan lain sebagainya.

Punya waktu tetapi kurang motivasi? Temukanlah motivasi anda di kelas senam hamil. Bosan dengan kegiatan olahraga Anda, gantilah berenang dan jenis olahraga lainnya. Ada beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan di rumah, Arwini.com telah rangkum ke dalam beberapa bagian beikut:

Latihan Peregangan Bahu dan Kaki Bagi Ibu Hamil

Untuk mengendurkan ketegangan di bahu saat anda terbiasa duduk di depan komputer atau yang lainnya, cobalah gerakan sederhana ini: berdirilah dengan kedua kaki terbuka selebar bahu dan lutut. Arahkanlah lengan kiri ke kanan di depan dada dan tekuklah sedikit. Peganglah siku kiri dengan tangan kanan, dan perlahan-lahan tariklah siku kiri kearah bahu kanan sambil menghembuskan napas. Tahanlah posisi ini selam 5-10 detik, kemudian lakukanlah pada arah sebaliknya.

Peregangan kaki sambil berdiri. Hilangkanlah ketegangan pada kaki dengan peregangan mudah berikut: berdiri dan seimbangkanlah tubuh Anda dengan berpegangan pada sandaran kursi atau benda lain sebagai penopang. Tekuklah lutut kanan hingga betis kanan Anda terangkat. Genggamlah telapak kaki dengan tangan kanan dan tariklah tumit ke arah pantat sambil meregangkan paha ke arah belakang dari sendi pinggang. Jagalah punggung tetap lurus dan tahanlah posisi ini selama 10-30 detik. Ulangilah dari kiri.

Peregangan Punggung Ibu Hamil dengan Latihan Punuk Unta

Cara terbaik untuk meredakan tekanan di punggung adalah bertumpu pada kedua tangan dan lutut (seperti posisi hendak sujud), melemaskkan punggung, dan menahan kepala tetap lurus agar posisi leher sejajar dengan tulang belakang. Kemudian, lengkungkanlah punggun anda (perut dan pantat akan terasa lebih kencang) biarkanlah kepala anda secara perlahan menunduk. Perlahan-lahan, keposisi semula, ulangilah beberapa kali dan lakukanlah beberapa kali sehari jika memungkinkan, terutama anda sering berdiri atau duduk dalam waktu lama.

Latihan Pelemasan Leher bagi Ibu Hamil

Latihan ini akan meredakan ketegangan di leher. Duduklah dengan tegak sambil bersandar di kursi. Pejamkanlah mata dan tariklah napas dalam-dalam, kemudian miringkanlah kepala perlahan-lahan ke salah satu sisi. Jangan mengangkat bahu untuk menyentuh kepala, dan jangan menekuk kepala ke bawah secara paksa. Tahanlah selama 3-6 detik sebelum berganti sisi. Ulangi tiga kali atau empat kali. Perlahan-lahan, tundukkanlah kepala ke depan, dan biarkanlah dagu lemas kea rah dada. Putarah pipi ke kanan hingga menghadap bahu (sekali lagi, jangan memaksakan gerakan, dan menggerakkan bahu kea rah kepala) dan tahanlah selama 3-6 detik. Ganti sisi dan ulangi. Lakukanlah tiga atau empat set (empat rangkaian penuh) gerakan setiap hari.

Latihan Menguatkan otot Perut dengan Jungkit Pinggul

Gerakan ini dapat memperbaiki postur tubuh, menguatkan otot perut, mengurangi rasa pegal di punggung, dan membantu anda menyiapkan proses persalinan. Untuk melakukan latihan jungkit pinggul, berdirilah dengan punggung menempel ke dinding dan lemaskanlah tulang belakang anda. Saat menarik napas, tekanlah punggung bagian bawah ke dinding. Embuskan napas, tekanlah punggung bagian bawah ke dinding. Embuskan napas, kemudian ulangi beberpa kali. Untuk mengurangi rasa nyeri, cobalah mengayunkan pinggul Anda ke depan dan kebelakang dengan tetap menjaga punggung tetap lurus baik dalam posisi bertumpu pada kedua tangan dan lutut maupun dalam posisi berdiri. Lakukanlah latihan ini secara teratur selama 5 menit beberapa kali sehari di tempat kerja.

Latihan Biseps Bagi Ibu Hamil

Awalilah dengan memilih beban yang ringan (beban 1,5 atau 2 kilogram jika Anda pemula, dan jangan lebih dari 5 kilogram) berdirilah dengan kedua kaki terbuka selbar bahu. Tempatkanlah siku di samping badan, dan tegakkanlah dada anda. Perlahan-lahan, angkatlah kedua beban kea rah bahu dengan menekuk siku dan menjaga lengan tetap di depan Andan (jangan lupa bernapas). Berhentilah ketika lengan bahwa sejajar dengan lantai dan beban menghadap ke langit-langit. Turunkanlah perlahan-lahan, lalu ulangilah 8-10 kali. Anda boleh menyelinginya dengan istrahat jika diperlukan. Jangan melakukannya secara berlebihan. Otot anda akan terasa memanas, tetapi jangan tegang atau menahan napas. 

Latihan Mengangkat Kaki

Latihan ini menggunakan beban tubuh sendiri untuk mengencankan otot paha (tidak perlu menggunakan perlengkapan yang diiklankan di televisi). Berbaringlah pada sisi kiri tubuh dengan bahu, pinggang dan lutut berada pada posisi segaris. Topanglah tubuh dengan menyanggah kepala menggunakan lengan kiri dan letakkanlah lengan kanan di lantai di depan. Perlahan-lahan, angkatlah kaki kanan stinggi mungkin selama masih terasa nyaman (jangan lup bernapas). Lakukanlah sepuluh kali sebelum berganti sisi dan mengulangi gerakan.

Latihan Peregangan Lengan

Duduk bersila dan melakukan peregangan akan membantu Anda merasa relaks dan lebih mengenal tubuh anda (akan baik sekali apabila anda kian akrab dengan tubuh andaa sendiri seiring dengan semakin dekatnya hari persalianan). Cobalah gerakan peregangan lengan yang lain sambil duduk. Cobalah meletakkan tangan di bahu, kemudian mengangkat kedua tangan ke atas kepala dan meregangkannya kea rah langit-langit. Anda juga dapat mengangkan satu lengan lebih tinggi dari lengan yang lain atau memringkan tubuh ke satu sisi. Jangan melompat ketika melakukan peregangan.

Latihan Fleksor Pinggul

Otot fleksor pinggul bertugas menjalankan perintah anda untuk mengangkat lutut dan membungkukkan badan. Meregangkan otot ini secara teratur akan membantu melenturkan tubuh dan memudahkan Anda mengangkang ketika tiba waktunya bagi bayi anda untuk keluar (selain ketika bercinta). Untuk melenturkan otot fleksor pinggul, berdirilah di depan tangga atau undu-undakan seolah-olah anda akan menaikinya. Berpegangnlah jika perlu. Letakkanlah salah satu kaki anda pada anak tangga pertama atau kedua (yang dapat anda jangkau dengan nyaman) dan tekuklah lutut kaki tersebut. Biarkanlah kaki yang lain di belakang anda, dengan lutup tetap lurus, dan telapak kaki menempel di lantai. Doronglah badan anda ke depan dengan bertumpu pada kaki yang berada di depan sambil menjaga punggung tetap lurus. Ulangi dengan kaki yang lain.

Latihan Berjongkok bagi Ibu Hamil

Latihan ini menguatkan dan mengencangkan paha dan khususnya berguna bagi wnita yang berencana dalam posisi berjongkok. Mulailah pada posisi berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar bahu. Dengan punggung yang tetap lurus, tekuklah lutut sambil perlahan-lahan menurunkan tubuh hingga sedekat mungkin dengan lantai, tetapi tetap terasa nyaman. Kedua telapak kaki menapak dengan sempurna ke lantai. Jika anda tidak mampu cobalah membuka kaki lebih lebar. Tahanlah posisi berjongkok ini selam 10-30 detik sebelum perlahan-lahan kembali ke posisi semula. Ulangi sebnyak lima kali. 

Berolahraga dengan Benar saat Hamil Muda

Berolahraga dengan Benar saat Hamil Muda

Selain tidak sesuai dengan pakaian olahraga yang biasa Anda pakai, tubuh hamil kini pun mungkin tidak lagi sesuai dengan kegiatan olahraga yang biasa Anda lakukan. Setelah memastikan tanda awal kehamilan, sekarang Anda berolahraga untuk dua orang sehingga perlu dua kali lebih cermat untuk melakukan olahraga dengan benar. Berikut beberapa petunjuk dalam olahraga yang arwini.com kutip dari beberapa buku.
Olahraga Benar saat Hamil Muda

Mulailah Olahraga di tempat Praktik Dokter atau Bidan

Sebelum Anda mengikat sepatu dan menginjakkan kaki di klub aerobik, mintalah pertimbangan dokter atau bidan terlebih dahulu, sebagaimana yang telah kami sebutkan pada artikel manfaat olahraga bagi ibu hamil. Kemungkinan besar, Anda akan mendapatkan persetujuan seperti sebagian besar wanita hamil. Akan tetapi, jika Anda mengalami komplikasi kesehatan secara umum atau komplikasi kehamilan, dokter atau bidan akan membatasi program kesehatan yang Anda jalani, melarang sama sekali atau bahkan meminta Anda untuk sedikit lebih banyak berolahraga tergantung kondisi tubuh ibu hamil. Anda harus memahami kegiatan olahraga apa saja yang cocok bagi ibu hamil, dan apakah olahraga rutin yang dilakukan selama ini tetap aman untuk dilanjutkan ketika hamil. Jika kondisi kesehatan Anda baik, dokter atau bidan akan mendukung sepenuhnya untuk melanjutkan olahraga yang biasa Anda lakukan sebelum hamil, tetapi mungkin dengan beberapa perubahan terutama jika olahraga yang biasa Anda lakukan dilarang bagi wanita hamil, seperti bersepeda.

Hormatilah Perubahan Tubuh Hamil Anda

Kegiatan olahraga rutin akan berubah sebagaimana tubuh berubah. Anda perlu merubah jenis latihan Anda seiring dengan berubahnya titik keseimbangan tubuh, dan mungkin Anda perlu memperlambat gerakan untuk menghindari resiko jatuh terutama saat Anda tidak dapat melihat kedua jari kaki. Latihan pada saat hamil juga akan berbeda, meskipun Anda telah melakukan latihan olahraga selama bertahun-tahun. Jika gemar berjalan, Anda akan merasakan tekanan yang lebih berat pada pinggang dan lutut seiring dengan bertambahnya usia kehamilan serta mengendurnya persendian dan ligament. Anda perlu melindungi tubuh dengan menghindari kegiatan yang mengharuskan berbaring telentang atau berdiri tanpa bergerak seperti beberapa posisi yoga dan taichi setelah trimester pertama. Keduanya dapat menghambat aliran darah.

Mulailah Secara Bertahap

Jika Anda pendatang baru di dunia olahraga, mulailah secara bertahap. Memulai olahraga yang berat dan hebat terdengar menarik tetapi antusiasme semacam itu biasanya tidak mengarah pada kebugaran, melainkan nyeri otot, surutnya semangat dan tidak berlangsung lama. Awalilah hari pertama dengan melakukan pemanasan selam 10 menit diikuti dengan 5 menit latihan yang lebih berat dan berhenti setelah Anda merasa lelah. Setelah itu lakukan 5 menit pendinginan ringan. Setelah beberapa hari, Anda akan terbiasa dan mampu meningkatkan latihan yang lebih lama menjadi 10 menit hingga mencapai 30 menit atau mungkin lebih lama dengan pertimbangan perasaan tetap nyaman.

Jika Anda sudah terbiasa berolahraga di pusat kebugaran, ingatlah bahwa meskipun kehamilan merupakan waktu yang tepat untuk memelihara tingkat kebugaran, ini bukanlah saat yang tepat untuk meningkatkannya. Anda dapat membuat rekor pribadi saat bayi anda lahir.

Pemanasan mungkin terasa membosankan ketika anda tengah semangat berolahraga. Akan tetapi, setiap atlet menyadari bahwa pemanasan adalah bagian terpenting dari setiap latihan. Pemansan memastikan jantung dan sistem peredaran darah tidak terbebani secara tiba-tiba dan mengurangi resiko cedera otot dan persendian yang lebih rentan terjadi ketika tubuh dingin. Oleh karena itu, berjalanlah sebelum anda berlari, berenanglah perlahan sebelum anda berputar-putar.

Selesaikan dengan Perlahan sebagaimana Anda Memulainya

Berhenti secara mendadak akan membuat darah terjebak di dalam otot dan mengurangi pasokan darah menuju bagian tubuh lain, termasuk bayi Anda. Limbung, pingsan, jantung berdebar-debar, atau mual adalah beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan. Jadi, tutupilah latihan dengan latihan lain: lakukan peregangan ringan setelah melakukan setiap jenis latihan. Akhirilah dengan relaksasi ringan. Anda dapat menghindari lembung (terjatuh) jika bangun secara perlahan seusai melakukan latihan di lantai.

Perhatikanlah dan Bagilah Waktu

Berolahraga dalam waktu singkat tidak akan efektif, begitu juga dengan terlalu lama berolahraga. hasilnya adalah kelelahan. Satu rangkain latihan penuh, dari pemanasan hingga pendinginan dapat dilakukan selama 30-60 menit yang tidak perlu mengerahkan segenap tenaga. Tidak dapat berolahraga selama 30 menit? bagilah jadwal olaraga Anda menjadi dua bagian. Cara ini lebih efektif untuk mengencangkan otot.

Tingkakan Intensitas Olahraga

Berolahraga secara teratur (empat kali dalam seminggu atau tidak sama sekali dalam seminggu berikutnya) tidak akan membuat Anda sehat. Hasil terbaik hanya akan diperoleh dengan berolaharaga secara teratur (tiga kali dalam seminggu). Jika Anda terlalu lelah untuk melakukan latihan berat, jangan memaksakan diri, tetapi cobalah melakukan pemanasan sehingga otot tetap lentur dan semangat Anda berolaharaga tidak lentur. Banyak wanita merasa lebih baik kendati mereka hanya melakukan beberapa latihan, bukan satu rangkaian latihan penuh setiap hari. (baca: latihan ringan memudahkan proses persalinan)

Gantilah Kalori yang Anda Buang

Mungkin, bagian paling menyenangkan dari program olahraga saat hamil adalah ketika Anda diharuskan makan lebih banyak dari biasanya. Anda harus mengonsumsi sekitar 150-200 kalori tambahan untuk setiap setengah jam olahraga dengan tingkat beban yang sedang. Jika Anda yakin telah mengonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup, tetapi masih belum berhasil menjaga kestabilan berat badan saat hamil, intensitas olahraga Anda mungkin terlalu berat.

Gantilah Cairan yang Hilang saat Berolahraga

Untuk setiap setengah jam olahraga dengan tingkat beban yang sedang, anda memerlukan sekurang-kuranganya segelas cairan untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat. Bahkan, Anda memerlukan lebih banyak lagi cairan dalam cuaca hangat, atau saat Anda mengeluarkan banyak keringat. Minumlah sebelum, selama dan setelah berolahraga, tetapi tidak lebih dari setengah liter setiap kali minum. Sebaiknya minum 30-45 sebelum memulai olahraga.

Berolahraga Secara Kelompok

Pilihlah kelompok yang tepat jika Anda lebih suka berolahraga secara berkelompok, pilihlah kelompok senang hamil. Bagi beberapa orang wanita, berolahraga secara kelompok jauh lebih baik daripada berolahraga sendiri. Program olahraga yang paling baik memberikan latihan dengan intensitas sedang, dilaksanakan sekurang-kuranngaya tiga kali seminggu, disesuaikan dengan kemampuan peserta dan didukung oleh staf dokter dan pakar olaharaga yang melayani konsultasi.

Jadikanlah sebagai Kegiatan yang Menyenangkan

Setiap kegiatan olahraga, baik dilakukan secara kelompok maupun mandiri, sebaiknya menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menyiksa. Jika Anda memilih melakukan aktivitas fisik yang Anda sukai, akan lebih mudah dilakukan secara teratur. Berolahraga bersama teman juga dapat membantu mengatasi perasaan malas. Jadi ketimbang bertemu teman di tempat belanja, bertemulah di tempat kebugaran.
Pola benar dalam olahraga ibu hamil

Jangan berlebihan Saat Berolahraga

Jangan pernah berolahraga hingga kelelahan terutama ketika Anda sedang hamil. Walaupun Anda seorang atlet terlatih, jangan berolahraga hingga kemampuan maksimal anda terkuras, baik membuat anda lelah atau tidak. Ada beberapa cara untuk mengetahui bilamana Anda berlatih secara berlebihan. Jika olahraga yang Anda lakukan terasa menyenangkan, berarti tidak ada masalah. Jika muncul rasa nyeri atau tegang pada otot, berarti olahraga sudah berlebihan. Sedikit keringat tidak masalah, tetapi basah kuyup oleh keringat merupakan tanda untuk mengurangi beban latihan. Berolahraga secara keras hingga napas terasa lebih berat juag sebuah pertanda berhenti. Merasa mengantuk setelah berolahraga juga merupakan pertanda bahwa aktivitas yang Anda lekukan terlalu berat. Anda seharusnya berasa bertenaga setelah berlohraga, bukan justru membuat Anda lemas.

Mengurangi aktivitas Olahraga saat trimester terakhir.

Sebagian besar wanita merasa perlu mengurangi aktivitas pada trimester ketiga, terutama selama bulan kesembilan, ketika peregangan dan berjalan cepat pun sudah mencukupi olahraga. Jika anda tetap merasa nyaman saat melakukan latihan yang lebih berat, dokter atau bidan mungkin mengizinkan untuk melakukan olahraga hingga melahirkan tetapi anda harus menanyakannya terlebih dahulu. Kendati demikian, dikhawatirkan kelahiran di waktu yang kurang tepat akan menyusahkan ibu hamil.

Kalaupun tidak Berolahraga Jangan hanya Duduk

Duduk dalam waktu lama mengakibatkan darah terkumpul di dalam pembuluh balik kaki sehingga dapat mengakibatkan pembengkakan dan sejumlah permasalahan lain. Jika pekerjaan mengharuskan duduk, terbiasa menonton tv beberapa jam, sering bepergian jauh, maka beristirahatlah dengan berjalan-jalan 5-10 menit. Sembari duduk, lakukan beberapa gerakan untuk memperlancar peredaran darah, seperti bernafas dalam-dalam, meregangkan betis, melenturkan telapak kaki, dan menggoyangkan jemari kaki. Jika tangan sering membengkak, regangkanlah kedua lengan ke atas kepala sambil membuka dan menutup kepalan tangan beberapa kali.

Berolahraga dengan benar saat hamil sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan bayinya, hingga dapat mempermudah proses persalinan. Mudahan bermanfaat

Perkembangan Bayi dan Janin Bulan Keempat (Minggu ke-14 hingga Minggu ke-17)


Perkembangan Bayi dan Janin Bulan Keempat 
(Minggu ke-14 hingga Minggu ke-17)

Kini tibalah permulaan trimester kedua, bagi banyak wanita hamil merupakan trimester paling nyaman karena sebagian besar gejala kehamilan yang menggangu mulai mereda atau bahkan menghilang. Rasa mual akan mulai berkurang, tingkat energi akan bertambah, tidak lagi ingin buang air kecil sesering sebelumnya. Meskipun payudara Anda tetap besar, rasa perih payudara akan berkurang. Perubahan lain yang lebih baik; pada akhir bulan, perut bagian bawah yang semula hanya terlihat seperti perut orang kekenyangan akan mulai tampak seperti perut orang hamil.

perkembangan bayi bulan keempat tiap minggu

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu Ke 14

Pada awal trimester kedua, janin tumbuh dengan kecepatan berbeda-beda; beberapa janin tumbuh lebih cepat dari yang lain seperti pertumbuhann janin bulan pertama. Meskipun dengan kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda, semua janin melalui tahap-tahap perkembangan yang sama. Pada minggu ini, bayi anda yang ukurannya aat ini sebesar kepalan tangan Anda akan bergerak ke posisi yang lebih lurus karena lehernya semakin panjang dan kepalanya lebih tegak. Di puncak kepala mungil yang menggemaskan ini, tumbuh beberapa helai rambut. Demikian pula alis dan rambut tubuhnya. Jangan khawatir, rambut di tubuhnya itu tidak permanen. Mantel bulu halus ini tumbuh untuk menghangatkan bayi Anda. Fungsinya seperti selimut bulu. Setelah bayi Anda memiliki cukup banyak timbunan lemak, sebagian besar bulu itu akan berguguran, meskipun beberapa orang bayi, terutama yang terlalu lahir, masih memiliki selimut lembut ini ketika dilahirkan.

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu ke-15

Panjang tubuh bayi anda sekarang mencapai 11,4 sentimeter, sedangkan berat badanya sekitar 57-85 gram, kira-kira sebesar jeruk. Posisi telinganya mulai bergeser menuju kedua sisi kepala (dahulu tampak lebih dekat ke leher), sedangkan matanya berpindah dari kedua sisi kepala ke depan wajah. Pada sat ini, bayi anda sudah memiliki kekuatan dan kemampuan menyelaraskan gerak untuk menggoyangkan jemari tangan dan kaki, serta menghisap ibu jari. Bukan itu saja ia pun dapat menghisa dan menelan. Meskipun Anda mungkin belum merasakan gerakan apapun dari si kecil pada minggu ini seperti yang kemi sebutkan pada perkembangan janin bulan ketiga (hanya denyut jantung terdengar), bayi Anda sudah dapat melakukan beberapa gerakan, seperti menendang, menekuk anggota tubuh serta menggerakkan lengan dan kaki.

Perkembangan bayi dan Janin Minggu ke-16

Bayi Anda terus tumbuh dengan pesat hingga berat badannya mencapai 85-142 gram dan panjang tubuhnya mencapai 10-13 sentimeter. Otot-ototnya menjadi lebih kuat, terutama otot punggung yang memungkinkan si kecil sedikit meluruskan tubuh. Calon bayi Anda tampak semakin menggemaskan dengan wajah yang memiliki mata, telinga di tempat yang tepat, dan kedua mata yang sekarang sudah dapat bergerak. Benar mata bayi anda dapat membuat gerakan kecil dari satu sisi ke sisi lain dan dapat merasakan cahaya, meskipun kelopak matanya masih tertutup. Bayi anda juga lebih peka terhadap sentuhan. Ia akan menggeliat jika anda menepuk atau mengelus perut, meskipun anda mungkin belum mampu merasakan reaksinya. 

Perkembangan bayi dan janin minggu ke-17

Perhatikan telapak tangan Anda. Kira-kira, sebesar itulah ukuran bayi anda sekarang; panjang tubuhnya sekitar `13 sentimeter dan berat tubuhnya sekitar 142 gram atau lebih. Lapisan lemak ditubuhnya mulai berbentuk, tetapi ia masih sangat kurus, kulitnya pun masih tembus pandang. Pada minggu ini, bayi anda banyak berlatih untuk mempersiapkan kelahirannya. Keterampilan penting yang terus diasahnya adalah mengisap dan menelan. Jantungya menghasilkan sekitar 140-150 denyutan permenit.

Gejala Fisik Kehamilan Bulan Keempat

Kelelahan

Lebi jarang buang air kecil

Hilang atau berkurangnya rasa mual dan ingin muntah (sebagian wanita masih mengalami bahkan sebagian lainya masih permulaan)

Sembelit

Nyeri ulu hati, rasa mulas, kembung dan begah.

Payudara terus membesar, tetapi rasa nyerinya mulai berkurang

Sakit kepala, pusing atau limbung, terutama jika mengubah posisi secara mendadak.

Hidung tersumbat dan terkadang mimisan; telinga seolah-olah tersumbat.

Gusi mudah berdarah

Selera makan bertambah

Pembengkakan ringan di pergelangan dan telapak kaki, dan terkadang di telapak tangan dan wajah

Varises di kaki atau wasir

Sedikit peningkatan lender vagina

Gerkan janin menjelang akhir bulan (tetapi biasanya tidak seawall ini, kecuali pada kehamilan kedua atau selanjutnya).

Gejala Kejiwaan Kehamilan Bulan Ketiga

Perubahan suasan hati; meliputi mudah marah, tidak rasional, atau mudah menangis tanpa alasan. 

Merasa gembira atau takut karena pada akhirnya anda terlihat hamil

Frustasi karena pakaian lama anda tidak lagi cukup, tetapi anda belum erlihat “cukup hamil” untuk mengenakan baju hamil.

Merasa ceroboh, pelupa, mudah menjatuhkan benda-benda dan sulit untuk berkonsentrasi.

Terimah kasih telah berkenan meluangkan waktu membaca artikel perkembangan bayi dan janin bulan keempat (minggu ke-14 hingga minggu ke-17). Salam hangat penulis

Rabu, 16 Desember 2015

Perkembangan Bayi dan Janin Bulan Ketiga (Minggu ke-9 hingga Minggu ke-13)


Perkembangan Bayi dan Janin Bulan Ketiga 
(Minggu ke-9 hingga Minggu ke-13)

Akhirnya, Anda sampai pada bulan terkhir dalam trimester pertama (selamat). Pada saat ini, mungkin masih banyak gejala awal kehamilan yang masih cukup kuat. Artinya sulit untuk mengetahui apakah Anda merasa lelah karena gejala kelelahan yang memang sering muncul pada trimester pertama atau karena terbangun tiga kali dalam semalam untuk pergi ke kamar mandi. Akan tetapi, tetaplah bersemangat karena hari-hari yang lebih baik tengah menanti Anda. Jika selama ini, rasa mual dan ingin muntah telah membuat anda bertekuk lutut, kini anda akan menyongsong hari-hari yang lebih ringan. Tingkat energi Anda akan meningkat sehingga merasa lebih bertenaga untuk berkativitas. Desakan untuk buang air kecil pun berkurang sehingga Anda akan lebih jarang terbangun tengah malam. Selain itu, Anda akan mendengar denyut jantung bayi pada pemeriksaan bulan ini; suatu pengalaman yang bagi banyak ibu hamil membuat semua gejala tidak nyaman yang selama ini mereka rasakan menjadi tidak berarti. Berikut Arwini.com telah rangkumkan perkembangan jani bulan ketiga:

perkembangan bayi bulan ketiga tiap minggu

Perkembangan Janin dan Bayi Minggu ke-9

Bayi anda (yang secara resmi dinyatakan lulus dari tahap embrio dan kini menjadi janin) telah tumbuh sekitar 2,5 sentimer. Kepalanya terus tumbuh. Sebentar lagi janin Anda akan menggerakkan lengan dan kakinya, meskipun Anda masih harus menunggu satu bulan lagi sebelum dapat merasakan tendangan dan pukulan kecilnya. Walaupu masih terlalu dini untuk merasakan gerakannya, mungkin tidak terlalu dini untuk mendengarkan suara jantungnya. Suara denyut jantung bayi yang membahagiakan dapat di dengar dengan alat Doppler di tempat praktik dokter atau bidan. Dengarkanlah, jantung anda pasti berdegup lebih kencang saat menantikan kelahiran anak.

Perkembangan Janin dan Bayi Minggu ke - 10

Dengan panjang hampir 4 sentimeter, bayi Anda tumbuh dengan cepat. Tulang keras dan tulang rawan mulai terbentuk, lekukan kecil pada kaki berkembang menjadi lutut dan pergelangan kaki, bahkan siku pada lengannya sudah dapat bergerak. Tunas giginya yang mungil juga mulai berbentuk di bawah gusi. Lambung mulai menghasilkan asam lambung, ginjal menghasilkan air seni lebih banyak, dan jika bayi laki-laki, buah zakarnya mulai menghasil testosterone.

Perkembangan janin dan Bayi Minggu ke - 11

Bayi Anda hampir mencapai 5 cm dengan berat 9 gram. Tubuhnya semakin lurus dan postur tubuhnya memanjang. Folikel rambut beserta bantalan kuku tangan dan kakinya mulai berbentuk (kukunya mulai tumbuh dalam beberapa minggu ke depan). Kuku tersebut terbentuk pada setiap jemari tangan dan kaki, yang beberapa minggu silam masih menyatu dan berselaput. Meskipun Anda masih belum dapat mengetahui jenis kelaminnya (dengan USG sekalipun), indung telurnya mulai berkembang jika bayi perempuan. Seandainya ada jendela di rahim Anda, Anda dapat melihat bahwa janin pada usia ini memiliki ciri khas manusia; tangan dan kakinya berada di depan tubuh, telinga mulai mendekati bentuk sempurna, lubang hidung mulai terbuka, lidah dan langit-langit mulai terbentuk, dan putting susu di dadanya sudah terlihat.

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu ke – 12
Ukuran bayi Anda telah bertambah dua kali lipat selama 3 minggu terakhir, beratnya sekarang 14 gram, dan panjangnya (dari puncak kepala hingga pantat) 6,4 sentimeter. Dengan ukuran tubuh kira-kira sebesar buah plum besar, tubuh bayi Anda bekerja keras untuk berkembang. Meskipun sebagian besar sistem tubuhnya telah terbentuk secara utuh, masih diperlukan banyak penyempurnaan. Sistem pencernaan mulai berlatih melakukan gerakan kontraksi (sehingga bayi Anda akan bisa makan), sumsung tulang menghasilkan sel darah putih (sehingga bayi Anda bisa makan), sumsung tulang dapat menghasilkan sel darah putih (sehingga bayi mampu memerangi kuman yang menyerangnya), dan kelenjar pitiutari di dasar otak mulai menghasilkan hormon (sehingga bayi Anda kelak akan memiliki bayi).

Pekembangan Bayi dan Janin Minggu ke – 13

Menjelang akhir trimester pertama, ukuran janin hampir menyerupai buah persik, panjangnya sekitar 7,6 sentimeter. Ukuran kepala bayi Anda kini kira-kira setengah dari jarak puncak kepalanya ke pantat, tetapi tubuh mungil itu terus tumbuh tanpa kenal lelah (saat dilahirkan, perbandingan ukuran kepala terhadap panjang tubuhnya adalah 1 : 3 ). Sementara itu, usus yang telah tumbuh di dalam tali pusar kini memulai perjalanan ke posisi akhirnya di dalam perut. Perkembangan lain pada minggu ini adalah pita suara bayi.

Gejala Kehamilan Bulan Kedua 
(Minggu ke - 9 hingga Minggu ke -13)

Sebagaimana telah kami sebutkan di artikel perkembangan janin bulan kedua, semua wanita akan mengalami gejala kehamilan dan mungkin terjadi perbedaan di antara mereka. Gejla tersebut pun memilikit tingkat penangan yang berbeda-beda, ada yang memberatkan ibu hamil ada yang meringankan dan lain sebagainya. Berikut arwini.com mensadur beberapa gejala tersebut:

Gejala Fisik Kehamilan Bulan Ketiga

Kelelahan, kurang bertenaga, mengantuk
Sering buang air kecil
Mual dengan atau tanpa muntah
Air liru berlebih
Sembelit
Nyeri ulu hati, rasa mulas, kembung, dan begah
Mengidam dan mmbenci makanan
Selera makan meningkat, terutama jika rasa mual dan ingin muntah mulai berkurang
Perubaha payudara: terasa penuh, berat, perih, nyeri; areola (daerah gelap di sekeliling putting susu) semakin gelap
Pembuluh balik tampak di perut, kaki, dan bagian tubuh lainnya seiring dengena paningkatan pasokan daraah di dalam tubuh
Sedikit peningkatan lender miss V
Sakit kepala, pusing atau limbung
Perut tampak lebih ulat; pakaian terasa agak sempit.

Gejala Fisik Kejiwaan Bulan Ketiga

Gejolak kejiwaan masih berlanjut; melipuri perubahan suasana hati, mudah marah, tidak rasional, mudah menangis.
Perasan khawatir, takut atau bahagia
Masih merasa tak percaya dengan kehamilan yang telah diajalani
Berat badan dan tekanan darah
Air seni, untuk pemeriksaan kadar gula dan protein
Denyut jantung janin
Ukuran rahim, melalui palpasi eksternal (diraba di uar), untuk mengetahui hubungannya dengan perkiraan tanggal kelahiran.
Tinggi puncak rahim
Telapak tangan dan telapak kaki untuk mendeteksi pembengkakan, dan kaki untuk mendeteksi varieses.

Kondisi Fisiologi Ibu Menyusui dan Kebutuhan Gizi Untuk Asi



Kondisi Fisiologi Ibu Menyusui dan Kebutuhan Gizi Untuk ASI
Dikemukakan bahwa ada hal pokok yang perlu diketaui para ibu hamil yaitu bahaya air susu ibu (ASI). ASI merupakan makanan dan minuman terbaik dalam 4 hingga 6 bulan usia bayi. Pemberian ASI selain bermanfaat pada pertumbuhan fisik bayi juga dapat mempengaruhi perkembang jiwa anak, karena selama menyusui akan terjali hubungan kasih saying antara ibu dan si kecil. Namun, sekarang terdapat kecenderungan yang kuat dari serangkaian ibu untuk tidak memberikan ASI kepada bayinya dengan alasan antara lain karena bekerja. Sebetulnya bila ibu bekerja, ASI dapat diberikan pada pagi dan sore atau malam hari, pada waktu ibu berada di rumah. Pada Saat di tempat kerja ASI dapat diperas, disimpan di tempat bersih dan dimasukkan dalam lemari es. ASI yang sudah disimpan tersebut dapat diberikan kepada bayi menggunakan sendok saat si ibu bekerja. Sebaiknya bayi jangan diberi dot dengan botol supaya tidak mengalami "bingung puting." 

Kelenjar susu tersusun atas dua macam jaringan, yaitu jaringan kelenjar (glandular tissue, atau parenkim), dan penopang (supporting tissue atau stroma). Jaringan kelenjar berisi banyak sekali kantong alveolus yang dikelilingi oleh jaringan epitel otot yang bersifat kontraktif. Baffian dalam alveolus dilapisi oleh selapis epitel. Susu dibentuk pada epitel kelenjar ini. Persiapan untuk berproduksi berlangsung selama kehamilan sehingga membesar sampai 2-3 kali ukuran normal.

kondisi fiologi ibu menyusi dan gizi bayi

Air susu terbentuk melalui dua fase, yaitu fase sekresi dan pengaliran pada bagian pertama, susu disekresikan oleh sel kelenjar ke dalam lumen alveoli. Pada tikus, proses ini diawasi oleh hormon prolaktin dan ACTH. Kedua hormon ini memengaruhi perkembangan kelenjar mammae. Pada fase kedua, air susu yang dihasilkan oleh kelenjar dialirkan ke puting susu, setelah sebelumnya terkumpul dalam sinus, Selama kehamilan berlangsung, laktogenesis kemungkinan besar terkunci oleh pengaruh progesteron pada sel kelenjar. Seusai partus, kadar hormon ini menyusut drastis, memberi kesempatan prolaktin untuk bereaksi sehingga mengimbas laktogenesis. 

Ukuran Payudara

Ukuran payudara besar atau kecil, serta bentuk payudara tidak terkait langsung dengan produksi ASI. “tidak ada jaminan kalau payudara besar akan menghasilkan lebih banyak ASI, sedang payudara kecil menghasilkan lebih sedikit, begitu juga payudara nyeri. Produksi Asi lebih banyak ditentukan factor nutrisi, frekuensi pengisapan, dan factor emosi. 

Menyusui bayi yang baik harus sesuai kebutuhan si bayi atau sekehendak bayi, karena secara alarniah bayi akan mengatur kebutuhannya sendiri. Semakin sering bayi menyusui, maka payudara memproduksi ASI lebih banyak. Semakin kuat daya isap bayi, semakin banyak ASI yang diproduksi. "Si ibu tidak akan kekurangan ASI, karena ASI akan terus diproduksi, asal bayi tetap mengisap. Ibu cukup makan dan minum, disertai keyakinan mampu memberi pada anaknya. Dengan begitu, ibu dapat menyusui bayinya secara murni sekitar 4-6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai si anak berusia dua tahun. 

Kebutuhan Zat Gizi dan Peranannya Baik Makro atau Mikro 

Pertanyaan yang sering dilontarkan pada ibu yang baru menyusui adalah makanan apa yang harus dikonsumsi selama menyusui? Sebetulnya, makanan bagi ibu menyusui tidakjauh berbeda dengan makan ibu sehari-hari. Yang penting memenuhi diet gizi seimbang. Masa menyusui banyak menguras stamina karena harus memberikan ASI pada malam hari. Karena itu, ibu menyusui harus makan yang cukup agar stamina tetap terjaga. 

Komisi ahli FAO/ WHO rnerekomendasikan asupan makanan selama menyusui berkisar antara 1.800 kalori hingga 2.700 kalori. 

Kebutuhan Energi Untuk ASI

Penambahan kalori sepanjang tiga bulanl pertama pasca-partum mencapai sebanyak 500 kkal. Rekomendasi ini didasarkan pada asumsi, bahwa setiap 100 cc ASI berkemampuan memasok 07.77 kkal. Efesiensi konversi energi yang terkandung dalam makanan menjadi energi susu sebesar rata rata 80%, dengan kisaran 76-94%. Dari sini dapat diperkirakan besaran energy yang diperlukan untuk menghasilkan 100cc susus, yaitu sekitar 85 kkal. 

Mengacu pada "literatur barat" asupan energi kurang dari 2.700 kkal sehari mengisyaratkan kekurangan kalsium, magnesium, seng, Vitamin B6, dan folat. Sampai sejauh apa pengaruh kekurangan ini (juga vitamin dan mineral lain) terhadap keberhasilan menyusui serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak, belum diketahui. Nanun demikian, wanita vegetarian dan mereka yang tidak menyakai susu sebaiknya mengonsumsi pangan lain yang diperkaya dengan Vitamin D vang dilengkapi dengan suplemen ASI (Vitamin D dan B12 )

Kebutuhan Protein Untuk ASI

Selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein di atas kebutuhan normal sebesar 20 g per hari. Dasar ketentuan ini ialah 100cc ASI mengandung 1,2 protein. Dengan demikian, 850 cc ASI mengandung 10 g protein. Efesiensi konfersi protein makanan menjadi protein susu hanya 70% (dengan variasi perorangan). Peningkatan kebutuhan ini ditujukan bukan hanya untuk sintesis hormone yang memproduksi (prolaktin) serta yang mengeluarkan ASI (oksitosin) 

Air susu yang keluar pada hari pertama sesudah melahirkan mengandung protein yang terdiri dari laktalbumin, taglobulin dan kasein, yang semuanya sangat bermanfaat untuk bayi. Jika ibu sehat, maka ibu dapat menyusui pada hari pertama melahirkan. Sebanyak 75% dari jumlah air susu ibu (ASI) didapatkan bayi selama lima menit pertama menyusui. 

Anjuran untuk protein adalah 65 g/hari selama enam bulan pertama menyusui dan 62 g/hari selama enam bulan kedua. 

Kebutuhan Vitamin dan Mineral untuk ASI

Vitamin A 

Susu ibu berisi 50 mg retinal/ 100 ml dan dengan perkiraan bahwa seorang ibu akan mengeluarkan 850 ml, kelebihan zat makanan tambahan dalam makanan sebesar 400 mg sederajat dengan retinal, telah dibuat oleh kebanyakan ahli. Di negara-negara sedang berkembang, banyak dari retinal ini dimakan dalam bentuk B-karoten, dan dalam praktik ini hanya bisa dicapai apabila ada perubahan yang cukup besar dalam pola komposisi diet dari pola ibu sebelum hamil dan dalam keadaan tak menyusui: ia akan memerlukan makanan yang sangat berbeda dari makanan yang di makan oleh anggota keluarga lainnya. 

Vitamin D 

Vitamin D, magnesium dan seng (zinc) membantu penyerapan kalsium dan dapat ditemukan di alam beberapa suplemen yang dikombinasikan dengan kalsium, Makan cukup buah-buahan dan sayur-sayuran akan membantu mencukupi kebutuhan vitamin ibu. Vitamin D khususnya penting puntuk pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi. Ibu dapat memperoleh Vitamin D dari makanan seperti ikan, susu, telur, dan mentega. 

Kebutuhan Kalsium Untuk Ibu Menyusi

Nutrien ini adalah mineral penting untuk tulang dan berbagai organ penting tubuh. Direkomendasikan setiap hari jumlah yang dikonsumsi 1.600 mg, atau 2-4 gelas produk susu setiap hari. Sumber kalsium terbaik yaitu produk olahan susu termasuk yoghurt, susu, keju, brokoli, jeruk, almond, ikan sarden, tofu, dan sayuran berdaun gelap. 

Penelitian menunjukkan bahwa selama kehamilan dan menyusui kalsium tersedot dari tulang. Tubuh akan menggantikannya kembali dalam waktu yang lama dan tulang akan menjadi kuat kembali. Jika ibu menyusui alergi atau tidak dapat mengonsumsi produk olahan susu, ibu seharusnya mengonsumsi lebih banyak sumber kalsium lainnya seperti tahu 

Kondisi Psikologis Ibu Menyusui 

Pada banyak masyarakat tani, menyusui dalam jangka lama sampai 1,5-2 tahun adalah hal biasa. Apabila laktasi berlangsung dalam jangka panjang seperti itu, lebih besar kemungkinannya, karena hal itu merupakan suatu proses yang memberikan kepuasan dan kesenangan pada ibu dan bukan karena sesuatu yang diperintahkan. Respons psikologis daripada laktasi, saperti ketegangan puting susu dan kontraksi uterus. 

Sikap ibu sangat tergantung pada lingkungan sosial dan kebudayaan di mana ia dididik. Apabila pemikiran tentang menyusui dianggap tidak sopan dan memalukan mungkin akan terhambat. Sama halnya, dalam kebudayaan di mana menyusui tidak dianggap sebagai sesuatu yang tercela, pengisapan tidak dibatasi seperti diketahui akan menolong pengeluaran air susu. Jadi bayi-bayi yang disusui tanpa dibatasi rencana waktu terbukti pertambahan berat badan dan lumbuhnya lebih cepat daripada bayi-bayi yang dibatasi.

Kepribadian dan pengalaman hidup si ibu sendiri juga penting. Ibu dengan sikap yang baik dan bereaksi terhadap bayinya dengan senang dan santai umumnya lebih berhasil menghasilkan anak yang tidak kekurangan dalam hal gizi.

Bahayakah Kehamilan Setelah Usia 35 Tahun?


Bahayakah Kehamilan Setelah Usia 35 Tahun?


“Saya baru hamil pada usia 38 tahun. Saya pernah membaca tentang risiko kehamilan setelah usia 35 tahun sehingga Saya agak khawatir dengan kondisi kehamilan Saya”

Jika Anda masih hidup hingga di usia dari 35 tahun, Anda mungkin akan menyadari bahwa tidak ada yang tidak berisiko dalam kehidupan ini. Pada awalnya, risiko dalam kehamilan sangat kecil, tetapi risiko tersebut sedikit dan perlahan-lahan meningkat seiring usia calon ibu bertambah. Kendati demikian, berkat kemajuan ilmu kedokteran dapat mencegah setiap resiko yang akan timbul di kemudian hari, sehingga memungkinkan memulai sebuah keluarga pada waktu yang kurang tepat (usia 35 tahun lebih).

Normalkah Kehamilan Setelah Usia 35 Tahun?

Risiko utama yang dihadapi oleh para wanita dalam kelompok usia 35 tahun ke atas adalah kesulitan hamil akibat penurunan kesuburan. Setelah hal tersebut dapat diatasi dengan baik dan Anda dimungkinkan untuk hamil. Anda pun akan menghadapi hal yang jauh lebih besar yaitu memiliki bayi sindrom Down (cacat). Resiko ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu dengan perbandingan sebagai berikut: 1 dari 1.250 orang ibu berusia 25 tahun, sekitar 3 dari 1.000 orang ibu berusia 30 tahun, 1 dari sekitar 300 orang ibu berusia 35 tahun, 1 dari 35 orang ibu itu berusia 45 tahun (Anda masih dapat bersyukur karena ternyata usia 35 bukanlah puncak dari masalah ini). Kelainan tersebut dipengaruhi oleh kelainan kromosom dan beberapa kelainan lain, meskipun hal ini masih relatif jarang terjadi (lebih banyak ditemukan pada wanita yang usianya lebih tua). Salah satu penyebabnya adalah sel telur usia 35 tahun ke atas memiliki usia yang lebih tua dan terkena sinar rontgen, infeksi, obat-obatan, dan sebagainya. Selain itu ada 25 kasus sindrom down dikaitkan dengan kelainan pada sel sperma pria yang usianya lebih tua. Selain beberapa ganggaun tersebut, usia di atas 40 tahun akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung pada wanita hamil. Namun, kesemua gangguan tersebut dapat diatasi dengan bantuan dokter.

Calon ibu yang lebih tua lebih beresiko mengalami keguguran, preeklampsia dan persalinan prematur. Persalinan secara normal biasanya akan berlangsung lebih lama dan dapat mengakibatkan komplikasi. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui prosedur bedah sesar atau dengan bantun pompa vakum saat kelahiran bayi. Penurunan kekuatan otot dan kelenturan sendi mmbuat persalinan sedikit lebih berat bagi wanita yang tidak memiliki pola hidup sehat. Berbeda dengan wanita yang bertubuh ramping, berolahraga secara rutin dan menerapkan pola makan sehat, masalah ini tidak terjadi saat persalinan.

Meskipun terdapat banyak resiko yang akan dihadapi, hal tersebut dapat dicagah dan deteksi sejak bayi masih dalam kandungan melalui beragam pemeriksaan dokter. Dengan kemajuan teknologi, pemeriksaan noninvasif (pemeriksaan yang tidak mencederai tubuh ibu hamil) pada trimester pertama, kini banyak dilakakukan oleh wanita hamil karena pemeriksaan tersebut memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi yang tidak membedakan faktor usia. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan oleh semua wanita dan tidak perlu menjalani pemeriksaan lain yang lebih beresiko mencederai (invasif), termasuk calon ibu yang berusia lebih 35 tahun. Kondisi kronis yang lebih umum dijumpai pada calon ibu yang berusia lebih tua kini dapat dikendalikan dengan lebih baik. Kemajuan dalam bidang kedokteran dapat menurunkan risiko persalinan termasuk pemberian Obat-obatan yang dipantau langsung oleh doker dapat mencegah persalinan prematur.

Namun meskipun ilmu kedokteran dapat melakukan banyak hal dalam mengupayakan kehamilan yang aman dan kelahiran bayi yang sehat bagi anda (baca: mencegah cacat pada bayi), yang terpenting adalah upaya anda dalam menghadapi kehamilan melalui pola hidup sehat, salah atu diantaranya melalui olahraga, makanan bergizi (kebutuhan gizi ibu dan bayi), dan perawatan kehamilan yang berkualitas. Usia lebih tua tidak secara spontan menempatkan Anda termasuk dalam kategori yang memiliki resiko tinggi dalam kehamilan, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hilangkan dan kurangi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kegagalan dalam kehamilan dengan memperhatikan beberapa pertimbangan di atas, sehingga peluang bayi anda terlahir lebih sehat menjadi sama besar dengan peluang yang dimiliki oleh bayi dari ibu yang lebih muda, bahkan peluang itu mungkin lebih besar. Jangan khwatir dengan kehamilan Anda. Tidak ada yang lebih baik dari memiliki kesempatan untuk meminang-minang bayi sendiri setelah ibu hamil berusia di atas 35 tahun.


Selasa, 15 Desember 2015

Perkembangan Bayi dan Janin bulan Kedua (Minggu ke-5 hingga Minggu ke-8)

Perkembangan Bayi dan Janin bulan Kedua 
(Minggu ke-5 hingga Minggu ke-8)

Jika anda belum memberitahu siapapun perihal kehamilan anda, bayi anda akan membocorkan rahasia tersebut dengan menampakkan berbagai gejala kehamilan, seperti rasa mual, air liur yang bertambah, desakan untuk buang air kecil sepanjang hari, dan perut yang terasa begah. Gejala tersebut akan memaksa untuk menyesuaikan diri dengan fakta bahwa ada kehidupan baru yang sedang tumbuh dalam diri Anda.

perkembangan bayi bulan kedua tiap minggunya

Berikut Arwini.com akan sebutkan perkembangan bayi pada bulan kedua (sekitar minggu ke 5 hingga minggu ke 8) jika sebelumnya anda belum mengetahui gejala-gejala yang akan dialami wanita saat bulan pertama, kami menyarankan membaca artikel gejala Ibu hamil Bulan Pertama.

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu Ke-5

Embrio kecil anda sekarang mirip dengan kecebong (lengkap dengan ekor mungilnya) yang tumbuh dengan sangat cepat. Kini ukurannya hampir sama dengan bijik jeruk (terlihat kecil namun lebih besar dibandingkan ukuran janin bulan pertama). Pada minggu ini, perkembngan bayi ditandai dengan pembentukan jantung. System peredaran darah dan jantung adalah system tubuh yang pertama bekerja. Jantung bayi anda terdiri dari dua saluran kecil yang disebut pipa jantung. Meskipun sangat jauh dari fungsi mestinya, jantung sederhana tersebut mulai dapat berdenyut dan dapat dilihat melalui USG. Selain pipa jantung, mulai berbentuk pula pipa saraf yang kelak berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Saat ini pipa saraf masih terbuka, tetapi akan tertutup pada minggu berikutnya.

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu ke-6

Jarak antara puncak kepala dan pantat digunakan untuk menentukan ukuran bayi di dalam rahim karena kaki mungilnya yang baru terbentuk berada dalam posisi tertekuk sehingga panjang seluruh tubuhnya sulit ditentukan. Berapa ukuran bayi anda sekarang? Jarak antar puncak kepala dan pantatnya sekitar 5-6 melimeter. Minggu ini juga akan menjadi awal perkembngan rahang, pipi, dan dagu. Lekukan di kedua sisi kepala akan membentuk saluran telinga. Titik-titik hitam pada wajah akan membentuk mata sedangkan benjolan kecil di depan kepalanya akan berubah menjadi hidung dalam beberapa minggu. Bagian tubuh lain yang mulai terbentuk minggu ini: ginjal, hati, dan paru-paru. Jantung mungil bayi anda berdenyut 80 kali per menit dan menjadi semakin cepat setiap hari.

Perkembangan Bayi dan Janin Minggu ke-7


Bayi anda sungguh menakjubkan; ia 10.000 kali lebih besar daripada ukurannya pada hari pertama kehamilan. Kini, tubuhnya seukuran sebutir beri biru. Sebagian besar pertumbuhan itu berpusat di kepala (sel-sel otak baru mulai terbentuk dengan kecepatan 100 sel permenit). Mulut dan lidah bayi anda terbentuk pada minggu ini. Demikian pula kuncup lengan dan kakinya yang mulai tumbuh hingga bentuknya menyerupai dayun, dan mulai terbagi menjadi ruas tangan, lengan, bahu, tungkai, lutut dan kaki. Ginjal juga sudah berada pada tempatnya, dan siap menjalankan fungsinya mengolah limbah.

Perkembangan Bayi dan Janin Munggu ke-8

Bayi anda tumbh sangat cepat hingga ukuran tubuhnya mencapai sekitar 1,3 sentimeter. Bibir, hidung, kelopak mata, kaki dan punggungya mulai terbentuk. Kendati masih terlalu dini untuk didengar dari luar, jantung sudah berdenyut pada kecepatan 150 kali permenit. Pada miinggu ini, bayi mulai dapat bergerak, walaupun gerakan ini masih terlalu lemah untuk dapat anda rasakan.

Gejala Kehamilan Bulan Kedua 
(Minggu ke 5 hingga Minggu ke-8)

Telah kami sebutkan pada gejala kehamilan bulan pertama bahwa setiap kehamilan wanita berbeda satu sama lain. Anda mungkin mengalami semua gejala ini pada satu waktu atau waktu lain, atau hanya beberapa diantaranya. Beberapa gejala merupakan kelanjutan dari gejala yang sudah muncul pada bulan sebelumnya, sementara gejala yang lain mungkin sama sekali baru muncul. Anda pun mungkin mengalami gejala lain yang kurang umum atau jarang terjadi. Jangan cemas, semuanya dapat diatasi dengan mudah sesuai arahan dokter. Gejala kehamilan bulan kedua ini diantaranya:

Gejala Fisik Kehamilan Bulan Kedua

Lelah, kurang bertenaga, mengantuk
Sering buang air kecil
Mual dengan atau tanpa muntah
Air liur berebih
Sembelit
Nyeri ulu hati
Mengidam dan membenci makanan
Perubahan payudara
Keputihan
Sakit kepala, pusing atau limbung
Perut agak membulat (pakaian terasa sempi)
Gejala Kejiwaan Kehamilan Bulan Kedua 

Gejolak kejiwaan (seperti sindrom pramenstruasi) meliputi perubahan suasana hati, mudah marah, tidak rasional, mudah menangis tanpa alasan yang jelas. 

Merasa khawatir, takut atau bahagia.

Merasa tak percaya dengan kehamilan sendiri (apakah ada bayi di dalam tubuh)

Meskipun orang-orang di sekitar Anda belum menyadari bawa Anda hamil, Anda mungkin menyadari bahwa pakaian adan terasa agak menyempit di sekitar pinggang, Anda pun mungkin memerlukan bra dengan ukuran yang lebih besar. Pada akhir bulan ini, rahim anda yang seukuran kepalan tangan akan tumbuh menjadi seukuran buah jeruk yang besar.

Demikianlah artikel Perkembangan Bayi dan Janin Bulan Kedua (Minggu ke-5 hingga Minggu ke-8) yang dapat kami informasikan. Terimah kasih